Di Tengah Kepulan Asap Karhutla TNBTS, Dokkes Polres Malang Turun Langsung: Periksa Napas, Obati Luka, Jaga Pasukan Tetap Berdiri

MALANG, 15 September 2026 — Pertarungan melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum berakhir. Di tengah kepulan asap, medan berat, dan ancaman titik api yang masih muncul, keselamatan personel di garis depan menjadi perhatian serius.

Bukan hanya api yang harus ditaklukkan. Kondisi fisik para petugas yang berhari-hari berjibaku di lapangan juga harus dijaga.

Tim Dokkes Polres Malang turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pemeriksaan difokuskan antara lain pada kondisi kesehatan pernapasan, mengingat petugas berada dalam lingkungan yang dipenuhi asap dan debu akibat kebakaran.

Selain pemeriksaan kesehatan, personel yang mengalami keluhan maupun luka mendapatkan pengobatan. Tim Dokkes juga membagikan masker serta memberikan vitamin untuk membantu menjaga stamina para petugas selama menjalankan tugas.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menegaskan, kesehatan personel menjadi bagian penting dalam operasi penanganan karhutla.

“Petugas di lapangan bekerja cukup berat, sehingga kondisi kesehatan mereka juga harus diperhatikan. Dokkes Polres Malang turun langsung untuk memberikan pemeriksaan, pengobatan bagi petugas yang mengalami keluhan maupun luka, serta membagikan masker,” kata AKP M Budiono.

Langkah tersebut menjadi bentuk perhatian Polres Malang terhadap personel yang berada di garis depan. Sebab, ketika petugas harus terus bergerak menghadapi kobaran api, tubuh mereka juga menghadapi risiko akibat paparan asap, kelelahan, hingga kondisi medan yang tidak mudah.

Hingga Minggu (13/9), petugas masih menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap di kawasan terdampak. Situasi tersebut membuat upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan secara intensif.

Polres Malang bersama TNI, BPBD, TNBTS, Manggala Agni, LMDH, dan masyarakat masih bahu-membahu melakukan pemadaman, pembasahan, serta pemantauan terhadap titik-titik yang masih terpantau terbakar di wilayah Malang dan Probolinggo.

Tiga titik yang masih terpantau terbakar menjadi perhatian petugas. Setiap perkembangan di lapangan terus dipantau untuk mencegah api kembali meluas dan memastikan area yang telah dipadamkan benar-benar aman dari potensi munculnya api baru.

Di tengah situasi tersebut, perjuangan para petugas tidak hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan. Menjaga personel tetap sehat dan mampu bertugas juga menjadi bagian dari strategi menghadapi karhutla.
Asap boleh menutup pandangan. Medan boleh berat. Namun operasi tetap berjalan.

Dari garis depan TNBTS, personel gabungan terus bergerak memadamkan api, membasahi lahan, menyisir titik rawan, sekaligus memastikan para pejuang di lapangan tetap dalam kondisi prima.

Perang melawan karhutla belum selesai. Api harus ditaklukkan, hutan harus diselamatkan, dan setiap personel yang berjuang di garis depan harus pulang dalam keadaan selamat. (Sri mulat)