Turnamen Sepak bola Excavator Cup, sukses menyatukan Skill dan semangat Pemuda di lapangan hijau
Banyuasin, lensainnews.com – Dengan mengusung semangat persatuan, turnamen Excavator semoga Jaya Cup menjadi wadah silaturahmi antar Pemuda wilayah perairan Kab. Banyuasin bersatu di lapangan hijau demi kebersamaan.
“Ini bukan sekadar pertandingan bola, ini adalah pertandingan hati yang menunjukkan bahwa kita bisa bersama-sama tanpa memandang suku, etnis ataupun golongan,” ucap Ahmad Kustran Selaku Manager Tim “AKA footbal Club”.

Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana pertandingan yang riang dan penuh kegembiraan. Turnamen ini, menurutnya, menjadi media untuk melebur sekat-sekat politik demi cita-cita bersama: pembangunan daerah.
“Kita ini dari Kecamatan yang berbeda, tetapi kita harus tetap bersanding, bukan bersaing dalam membangun Kabupaten Banyuasin. Turnamen ini wujud nyata dari hal itu,” ungkapnya.
Agus, sapaan akrabnya juga mengajak peserta untuk memperkuat kolaborasi, saling mengenal lebih dalam, dan menyatukan energi positif dari berbagai latar belakang untuk kepentingan pemuda.
“Kalau antar pengurus club dan organisasi pemuda sudah akrab, maka komunikasi politik atau apapun di luar lapangan pun akan lebih produktif dan damai,” imbuhnya.

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 16 tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuasin, Tak hanya pemain, Kustran (Agus) juga mengingatkan para wasit agar menjalankan tugasnya secara adil dan tidak memihak. “Keadilan di lapangan juga bagian dari pendidikan demokrasi,” tegasnya.
Fina, kordinator panitia kompetisi menjelaskan bahwa turnamen ini juga untuk mengubah persepsi publik terhadap olahraga sepak bola yang cenderung keras dan berbahaya
“Kami ingin menunjukkan bahwa para pemain bisa ramah, sportif, dan menyenangkan. Ini bentuk soft play antar pemain,” jelasnya.
Turnamen ini menyediakan total hadiah Rp 150 juta bagi para juara dan 1 unit excavator. Kustran berharap ajang ini bisa menjadi agenda rutin tahunan dalam kalender olahraga Kabupaten Banyuasin yang lebih harmonis.
“Olahraga menyatukan semua kalangan. Kita harus menjaga momentum seperti ini agar terus menumbuhkan benih-benih harmoni dalam demokrasi,” tutupnya.
Reporter : Mulyadi






