Jembatan Darurat dari Kayu Rapuh di Teluk Tenggulang Banyuasin, Warga Takut Jatuh ke Sungai Saat Angkut Hasil Tani
Banyuasin, Lensaeinnews .com-12 Juni 2026 — Masyarakat Desa Teluk Tenggulang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mendesak perhatian Bupati Banyuasin untuk segera menangani kondisi jembatan penyeberangan yang saat ini hanya berupa bangunan darurat dari susunan kayu.
Terlihat dari dokumentasi foto, jembatan tersebut terbuat dari papan dan tiang kayu yang sudah terlihat lapuk, tidak rata, serta struktur penyangganya pun terlihat kurang kokoh. Tanpa pagar pengaman yang layak, jembatan ini membentang di atas aliran sungai yang airnya keruh. Lokasinya menjadi satu-satunya jalur penghubung utama antara permukiman warga dan areal persawahan, sekaligus akses menuju pusat pemasaran hasil tani.

salasatu warga sekitar Edi Setiap hari kami harus melintas di atas papan kayu yang goyah begini. Kami selalu was-was takut papan copot atau tiangnya patah, sehingga bisa jatuh ke sungai. Apalagi saat membawa beban berupa padi, sayuran, dan hasil pertanian lainnya, rasanya sangat berisiko,” ungkap salah seorang warga.
Selain mengancam keselamatan jiwa, kondisi jembatan yang memprihatinkan ini juga sangat menghambat perekonomian warga. Kendaraan roda dua saja sulit melintas dengan aman, apalagi kendaraan pengangkut hasil panen. Akibatnya, biaya pengangkutan menjadi lebih mahal, proses penyaluran hasil tani sering terhambat, dan pendapatan petani pun menjadi berkurang.
Warga berharap pemerintah kabupaten Banyuasin dapat segera meninjau langsung lokasi dan merencanakan pembangunan jembatan permanen yang layak, kuat, dan dilengkapi pengaman. Dengan adanya akses yang aman, warga dapat leluasa mengangkut hasil panen tanpa rasa takut, dan kesejahteraan masyarakat desa pun dapat meningkat.
Saat ini, warga masih tetap menggunakan jembatan darurat tersebut dengan sangat hati-hati sembari menunggu tanggapan dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
(Abas)






