Tongkang Batubara Hantam Tiang kontruksi Jembatan Lalan yang Sedang Dibangun Ulang, Sejarah Kelam Terulang Kembali

Musi Banyuasin, Lensaeinnews.com-Rabu, 13 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB
Aliran Sungai Lalan, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan Tongkang pengangkut batubara bernama Pacific Star 8703 yang ditarik oleh Kapal Tarik TB Marina 2241

Peristiwa nahas kembali menimpa proyek strategis warga Musi Banyuasin. Sebuah tongkang bermuatan penuh batubara melintas di aliran sungai dan diduga mengalami gangguan kendali saat arus air sedang cukup deras. Akibatnya, kapal hanyut terbawa arus dan langsung menghantam tiang penyangga utama serta tiang intrusi pengaman yang menjadi bagian dari pembangunan kembali Jembatan Lalan.

Benturan yang terjadi dengan kekuatan cukup besar membuat struktur tiang langsung patah dan ambruk jatuh ke dasar sungai. Pekerjaan konstruksi yang sudah berjalan berbulan-bulan pun terpaksa terhenti dan mengalami kerusakan parah.

Yang paling menyayat hati dan memicu kekecewaan warga adalah sejarah kelam ini terulang persis sama. Beberapa tahun silam, jembatan lama di lokasi ini juga roboh total akibat ditabrak oleh tongkang batubara juga. Setelah menunggu lama untuk dibangun ulang, saat strukturnya baru mulai berdiri tegak, kembali mendapat nasib yang sama.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa ini bukan kali pertama proyek jembatan ini diterjang tabrakan kapal. Sepanjang tahun 2026 saja, sudah tercatat tiga kali kejadian serupa di titik yang sama:
22 Januari 2026 → Ditabrak Kapal Tarik Bojoma 3003
15 Februari 2026 → Ditabrak Kapal Tarik Titan 33
13 Mei 2026 → Kembali dihantam Tongkang Pacific Star 8703

Padahal seharusnya jalur perairan di sekitar lokasi proyek sudah diberi batasan dan larangan lintas demi keamanan konstruksi, namun kenyataannya kapal pengangkut batubara tetap lewat begitu saja.

Warga sekitar mengaku kecewa berat dan prihatin mendengar kabar ini. “Sudah bertahun-tahun kami menunggu jembatan ini dibangun lagi. Dulu roboh karena tongkang, sekarang baru dibangun kena tabrak lagi juga oleh tongkang. Kapan kami bisa lewat dengan aman dan nyaman? Seolah-olah aturan di sungai ini tidak pernah ditegakkan,” ujar salah seorang warga.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek sedang melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menghitung besar kerugian dan menilai seberapa parah kerusakan yang terjadi. Sementara penyebab pasti kejadian masih diselidiki pihak berwenang, diduga kuat faktor arus air yang deras dan kurangnya pengawasan alur lintas kapal menjadi pemicu utama.

(bas/tim)