Pengurus Baru APPSI Palembang Diminta Segera Kawal Ekonomi Kerakyatan & Akses KUR Pedagang

PALEMBANG, lensainnews.com Pengurus baru Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Palembang Sabtu 01/08/2026, bertempat di Aula STIFI Bakti Pertiwi Jl.Ariodillah III,diharapkan tidak hanya sekadar duduk di kursi kepengurusan, melainkan segera bergerak nyata mengawal dan menjalankan program-program ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Harapan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD APPSI Kota Palembang, Ir. H. Ishak Mekki, M.M., usai proses pelantikan pengurus periode terbaru. Ia menegaskan bahwa reorganisasi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi organisasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan seluruh elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha dan pedagang pasar tradisional.

“Seperti yang juga disampaikan Ketua DPW APPSI, saya berpesan kepada seluruh kawan-kawan yang baru saja dilantik: mari bekerja sungguh-sungguh mengawal dan menjalankan program ekonomi kerakyatan yang dirancang oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Perlu diketahui, Dewan Pembina kita adalah Bapak Prabowo Subianto, sedangkan Ketua Umum APPSI saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam pelantikan hari ini, posisi beliau diwakili oleh perwakilan resmi,” ujar Ishak Mekki di Palembang.

Ia menambahkan, APPSI memikul tanggung jawab besar untuk turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini membebani masyarakat. Mulai dari menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, menata tata kelola pasar, hingga menghapus berbagai hambatan yang dialami para pedagang dalam mengembangkan usahanya.

Salah satu masalah krusial yang menjadi prioritas utama adalah sulitnya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang pascapandemi. Banyak pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan kembali akses pembiayaan ini karena masih tercatat memiliki tunggakan pinjaman di masa lalu, padahal modal sangat dibutuhkan untuk memutar roda usaha.

“Kondisi pasar belum sepenuhnya pulih pascapandemi. Banyak pedagang yang ingin bangkit kembali namun terhalang akses KUR karena riwayat tunggakan lama. Persoalan ini akan menjadi fokus advokasi utama kami, agar para pedagang yang berniat baik dan mau bekerja keras kembali mendapatkan kesempatan permodalan,” jelasnya.

Selain akses permodalan, APPSI juga akan terus mendorong percepatan revitalisasi pasar tradisional di Kota Palembang. Hal ini disampaikan sebagai respon atas banyaknya aspirasi pedagang yang mengharapkan fasilitas pasar yang lebih layak, aman, dan nyaman agar aktivitas perdagangan semakin hidup dan mampu mendongkrak perekonomian warga.

“Revitalisasi pasar tradisional adalah kunci kekuatan ekonomi rakyat. Ini akan terus kami dorong kepada pihak berwenang, sebagai wujud nyata perkuatan fondasi ekonomi kerakyatan di bumi Sriwijaya,” pungkas Ishak Mekki.

(Hendrik)