HUT RI ke-81 di Desa Suka Karya Berlangsung Meriah, Lomba & Doa Bersama Penuh Makna
Banyuasin, Lensaeinnews.com — Semangat dan antusiasme luar biasa mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Suka Karya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin. Upacara peringatan 17 Agustus diikuti penuh semangat oleh seluruh perangkat desa, masyarakat siswa-siswi SDN 20, PAUD, MTs, serta tim Paskibra yang tampil tegap dan khidmat.
Setelah rangkaian upacara bendera selesai, suasana berubah menjadi penuh kegembiraan dengan pembagian doorprize berhadiah dan berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari lomba makan kerupuk bagi ibu-ibu, hingga perlombaan untuk anak-anak, semuanya berjalan meriah dan penuh tawa.

Hadiah yang disiapkan seperti panci, baskom, tremis es, dan barang berguna lainnya menjadi incaran warga. Terlihat keceriaan dan semangat yang tak terlukiskan dari para anak-anak yang berjuang meraih juara dalam setiap perlombaan. Momen kebersamaan ini menjadi kenangan manis dan kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga Desa Suka Karya.
Kepala Desa Suka Karya, Bapak Sakak, menyampaikan pesan dan harapan yang mendalam kepada seluruh warga:
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Pada malam peringatan kemerdekaan ini, kita bersama-sama mengadakan renungan dan doa bersama untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan, serta memohon kesejahteraan dan kemajuan bagi desa kita, masyarakat, dan negara ke depannya. Semoga pembangunan dan perkembangan ekonomi terus berjalan baik, khususnya di Desa Suka Karya tercinta.”
Beliau juga menyampaikan himbauan dan permohonan maaf dengan tulus:
“Saudara-saudara sekalian, saat ini kita sedang berada di musim kemarau. Saya menghimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan berhati-hati agar terhindar dari bahaya kebakaran hutan maupun kebakaran pemukiman warga.
Kita sadari bersama, perayaan tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Hal ini bukan berarti semangat kita berkurang, melainkan karena keterbatasan anggaran desa yang memang belum membaik. Namun justru di tengah keterbatasan inilah semangat kerukunan, kebersamaan, dan gotong royong kita harus semakin kuat. Dengan bergotong royong, kita dapat saling membantu, menjaga rasa persaudaraan, dan mempererat tali persatuan di antara kita.
Saya menyadari hadiah dan doorprize yang kami siapkan saat ini mungkin belum sebanding dengan harapan Bapak/Ibu sekalian. Untuk itu, selaku Kepala Desa Suka Karya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kebersamaan dan semangat kemerdekaan ini yang menjadi hadiah terbesar bagi kita semua. Merdeka!”
Semangat kekompakan, kerukunan, dan keikhlasan yang tampak dalam peringatan kali ini menjadi bukti bahwa di Desa Suka Karya, nilai-nilai kemerdekaan tetap hidup dan dijaga bersama, meskipun dalam kesederhanaan. Semoga semangat ini terus menyala dan membawa kemajuan bagi desa di masa mendatang.
Lensaeinnews.com
( Abas )






