Panglima Bung Baja Sriwijaya Angkat Bicara Soal Keluhan Warga Terkait Sensus Ekonomi 2026

BANYUASIN, LENSAINNEWS.COM — Keluhan sejumlah warga terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mendapat perhatian dari Panglima Bung Baja Sriwijaya, Syamsul Effendi, S.E.

Sejumlah warga sebelumnya mempertanyakan proses pendataan yang dinilai belum dilakukan secara menyeluruh. Warga mengaku petugas sensus datang ke rumah, namun proses pencacahan berlangsung singkat dan hanya diakhiri dengan pemasangan stiker.
Keluhan tersebut salah satunya disampaikan warga Kelurahan Tanahmas Indah. Rosadi mengaku petugas yang datang ke rumahnya memperkenalkan diri sebagai petugas sensus. Namun, menurutnya, tidak banyak informasi mengenai kondisi ekonomi keluarga yang ditanyakan.
“Petugas hanya menempel stiker, tetapi data keluarga tidak ditanyakan secara lengkap,” ujar Rosadi, Sabtu (22/8/2026).

Ia mengatakan, dirinya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Menurutnya, informasi mengenai pekerjaan dan penghasilan seharusnya menjadi bagian penting dalam menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ani. Ia mengaku petugas hanya menanyakan nama anggota keluarga sebelum memasang stiker.

“Saya hanya ditanya nama anggota keluarga, setelah itu petugas menempelkan stiker dan langsung pergi,” ujarnya.
Menanggapi adanya keluhan tersebut, Syamsul Effendi, S.E., Panglima Bung Baja Sriwijaya, meminta agar persoalan pendataan di lapangan menjadi perhatian serius.
Menurut Syamsul, proses sensus harus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Petugas di lapangan juga diharapkan memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat mengenai tujuan dan mekanisme pendataan.

“Data yang akurat sangat penting karena menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat kondisi masyarakat dan mengambil kebijakan. Karena itu, proses pendataan harus benar-benar dilakukan dengan baik dan sesuai prosedur,” ujar Syamsul Effendi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi yang benar kepada petugas serta melaporkan apabila menemukan proses pendataan yang dinilai tidak sesuai.
Sebelumnya, Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama, juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuasin melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pencacahan di lapangan dan memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur.
Menurutnya, akurasi hasil sensus sangat bergantung pada proses pengumpulan data dari masyarakat. Apabila data tidak diperbarui secara tepat, hasil yang diperoleh dikhawatirkan tidak menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.

Sementara itu, Kasubbag Umum BPS Banyuasin, Yeni Oktavia, mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi dan pengecekan langsung ke lapangan terkait laporan tersebut.
Pengecekan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai pelaksanaan pendataan sekaligus memastikan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan data yang akurat. Di akhir Wawancara Bung Syamsul yg di kenal sebagai dg Sebutan Kopiah Abang, mengatakan, apabila tidak di ambil tindakan dan Evaluasi maka, akan melakukan langkah yg lebih Keras, namur Terulur, tutup nya (mulyadi)