Kabut Asap Menyelimuti Air Salek, HIMAS Dorong Perhatian dan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak

BANYUASIN, Lensainnews.com — Air Salek , Kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi perhatian serius Himpunan Mahasiswa Air Salek (HIMAS). Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas sehari-hari, serta keselamatan warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan pemberitaan pada 5 September 2026, kabut asap tebal dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah Banyuasin, termasuk Kecamatan Air Salek. Pantauan dari Desa Upang menunjukkan jarak pandang yang sangat terbatas pada pagi hari. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kabut asap perlu mendapatkan perhatian dan penanganan bersama.

Ketua Himpunan Mahasiswa Air Salek (HIMAS), Sandi Nurhuda, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dihadapi masyarakat Air Salek.

“Kami dari Himpunan Mahasiswa Air Salek sangat prihatin melihat kondisi kabut asap yang terjadi di wilayah kita. Ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah dan pihak terkait.”

Sandi Nurhuda menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan perhatian, perlindungan, dan langkah nyata dalam menghadapi kondisi kabut asap. Menurutnya, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi dampak kabut asap tanpa dukungan yang memadai.

Sementara itu, Wakil Ketua HIMAS, Trisna Wianto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap warga yang terdampak.

“Kami mengajak seluruh pihak yang peduli terhadap masyarakat Air Salek untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak kabut asap. Kepedulian ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam menjaga kesehatan, membantu masyarakat yang membutuhkan, maupun mendorong penanganan kabut asap.”

Dampak terhadap kesehatan masyarakat

Kabut asap dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain:

* Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
* Iritasi mata dan tenggorokan.
* Batuk dan sesak napas.
* Gangguan aktivitas masyarakat akibat jarak pandang yang terbatas.

HIMAS mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di tengah kabut asap yang pekat, serta memperhatikan kondisi kesehatan keluarga.

HIMAS dorong kepedulian dan bantuan nyata

Melalui gerakan kepedulian terhadap masyarakat Air Salek, HIMAS mengajak pemerintah, organisasi mahasiswa, pemuda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam membantu warga terdampak.

Bantuan yang dibutuhkan masyarakat antara lain:

1. Air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
2. Masker untuk melindungi diri dari paparan asap.
3. Obat-obatan dan dukungan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan.
4. Perhatian dan penanganan terhadap wilayah yang terdampak kabut asap.

HIMAS juga mendorong agar penanganan kabut asap dilakukan secara serius, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan perlu menjadi perhatian bersama demi melindungi masyarakat dan lingkungan.

Bersama kita jaga Air Salek

Ketua dan Wakil Ketua HIMAS, Sandi Nurhuda dan Trisna Wianto, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi kabut asap yang terjadi.

“Air Salek adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kesehatan, lindungi keluarga, dan bersama-sama mendorong langkah nyata untuk masyarakat yang terdampak kabut asap,” demikian seruan HIMAS.

Himpunan Mahasiswa Air Salek (HIMAS) berkomitmen untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat, membangun kepedulian sosial, serta mendorong sinergi seluruh pihak dalam menghadapi persoalan kabut asap di Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin. (Redaksi)