MABES TNI GALAKKAN EDUKASI, SOSIALISASI SERTA PATROLI CEGAH KARHUTLA DI BETUNG
BANYUASIN, Lensainnews.com – Kamis, 10 September 2026,** upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digalakkan di wilayah Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Tim Satgas Karhutla Markas Besar (Mabes) TNI bersama Koramil 430-05/Betung Kodim 0430/Banyuasin melakukan edukasi, sosialisasi, serta patroli sebagai langkah memperkuat pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi terjadinya Karhutla.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Betung tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta melakukan pencegahan sejak dini, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dan para pemangku kepentingan diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, faktor-faktor yang dapat memicu kebakaran, serta langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan adanya titik api. Edukasi juga diarahkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang dapat menyebabkan api dengan cepat meluas.
Tim Satgas Karhutla Mabes TNI dipimpin langsung oleh **Brigjen TNI Frans Surya Ginting, S.Sos., M.A.P.**, bersama lima orang Perwira Menengah (Pamen) dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Danyon TP 950/RM, Danramil 430-05/Betung **Kapten Inf Sapto Budiono**, Camat Betung yang diwakili Kasi Pemerintahan, Kapolsek Betung yang diwakili **Aipda Azhari**, para Kepala UPT, Korwil Disdikbud, Korlap KB, Kepala KUA, para kepala desa, lurah, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para Babinsa jajaran Kecamatan Betung.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pencegahan yang efektif dan berkelanjutan.
Masyarakat diingatkan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas pendidikan, transportasi, pertanian, perkebunan hingga perekonomian. Asap akibat kebakaran juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat dalam jangka waktu yang tidak singkat.
Selain memberikan edukasi dan sosialisasi, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI juga menggalakkan patroli serta pemantauan wilayah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk deteksi dini untuk mengetahui kondisi lapangan dan mengantisipasi apabila terdapat aktivitas pembakaran maupun munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Babinsa jajaran Kecamatan Betung juga diharapkan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan perangkat desa. Dengan adanya pemantauan secara rutin serta komunikasi yang cepat, informasi mengenai potensi Karhutla dapat segera diteruskan kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan.
Aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga wilayah masing-masing. Apabila menemukan kepulan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa atau pihak terkait lainnya.
Kegiatan edukasi dan patroli ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur di Kecamatan Betung. Pencegahan Karhutla diharapkan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi dimulai melalui langkah sederhana seperti tidak membakar lahan, menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemantauan dan segera melaporkan potensi kebakaran.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI bersama seluruh unsur terkait terus mendorong terciptanya kesadaran kolektif dalam menjaga wilayah Kabupaten Banyuasin dari ancaman Karhutla. Kerja sama yang kuat antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat deteksi serta penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
Dengan digalakkannya edukasi, sosialisasi dan patroli secara berkelanjutan, diharapkan potensi Karhutla di Kecamatan Betung dapat ditekan semaksimal mungkin. Langkah tersebut juga diharapkan dapat menjaga lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat serta mendukung keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Banyuasin. (Red)






