Satreskrim Polres Ogan Ilir Tangkap 3 Pelaku Pencurian Minyak Mentah di Jalur Pipa Pertamina Desa Payakabung
MUARA ENIM.Lensainnews.com – Aksi kejahatan terhadap aset vital negara kembali terjadi. Tiga pelaku pencurian minyak mentah berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Ilir setelah terbukti membobol pipa trunk line milik PT Pertamina EP Zona 4 Prabumulih Field yang melintasi kawasan Desa Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Surya Wibawa, mengungkapkan keberhasilan pengungkapan kasus ini saat menggelar konferensi pers di halaman Mapolres OI, Rabu 11 Juni 2025
Ia menyebut, aksi pencurian dilakukan pada dini hari, Senin (9/6/2025) sekitar pukul 01.30 WIB, dan pertama kali diketahui oleh tim pengamanan internal Pertamina.
“Aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa terdeteksi oleh tim security Pertamina, yang langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polres OI,” jelas Kapolres.
Setelah dilakukan penyelidikan cepat, petugas menemukan bahwa jalur pipa telah dirusak dengan cara dijebol.
Para pelaku memasang kran yang terhubung dengan selang penyalur ke truk tangki modifikasi untuk menampung minyak curian.
“Tak butuh waktu lama, tim kami berhasil membekuk ketiga pelaku yang masih berada tak jauh dari lokasi kejadian,” tambah Bagus.
Tiga pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial SM (44), BD (42), dan AS (33). Ketiganya bukan warga Ogan Ilir.
Sementara satu orang yang diduga sebagai otak utama aksi kejahatan ini berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Barang bukti yang disita cukup mencengangkan: satu unit truk yang telah dimodifikasi dan berisi 8 ton minyak mentah, tiga batang pipa besi masing-masing sepanjang 10 meter, serta selang sepanjang 15 meter yang digunakan dalam proses penyedotan.
“Akibat aksi ini, Pertamina diperkirakan mengalami kerugian sekitar 50,32 barel minyak atau setara dengan nilai Rp 51 juta,” ujar Bagus.
Di sisi lain, perwakilan Pertamina dari BKO, Sopian, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat pihak kepolisian dalam mengamankan aset perusahaan dan menangkap pelaku kejahatan.
“Pertamina akan terus meningkatkan kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan aset negara dari ancaman pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa jalur distribusi energi vital negara masih menjadi incaran kelompok kriminal, dan upaya perlindungan ekstra mutlak dibutuhkan.
Liputan : Edo Wilantara






