TABLIGH AKBAR DAN ISTIQOSAH KUBROH MWCNU TUNGGAL ILIR Peringatan Hari Santri ke-12 — Desa Suka Mulya, 25 Oktober 2026

BANYUASIN, Lensainnews.com — Tabligh Akbar dan Istiqosah Kubrah diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tungkal Ilir, pada Minggu, 25 Oktober 2026, dalam rangka memperingati Hari Santri ke-12. Acara berlangsung di halaman depan kediaman H. Kadir, Desa Suka Mulya.

Mengangkat tema: “Pancasila Damai, Santri Bersatu — Mengawal Moral Bangsa dan Kedaulatan Negara”, acara ini disambut antusiasme luar biasa. Ratusan jamaah dari berbagai desa se-Kecamatan Tungkal Ilir hadir memenuhi lokasi, menjadi momen kebersamaan dan persatuan yang kuat di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini:
– Ustadz Ucay Batu Bara (Anugrah Cahyadi Batubara), berasal dari Pematangsiantar dan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara
– Kiai Abdul Malik — Ketua MWCNU Tungkal Ilir
– Yudianto,Ik, S.Sos. — Camat Tungkal Ilir
– IPDA Noky Juliawan, S.H. — Kapolsek Tungkal Ilir beserta anggota
– Suyadi — Kepala Desa Suka Mulya, beserta Kepala Desa lain se-Kecamatan Tungkal Ilir
– Sumanto — Tokoh Masyarakat
– Para Ulama, tokoh agama, dan masyarakat luas

Pernyataan Ketua Panitia
Ketua Panitia Pelaksana, Ambok Acok, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam:
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mendoakan terselenggaranya acara ini. Berkat kerjasama, dukungan, dan semangat bersama dari semua pihak, acara ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman dari awal hingga selesai. Semoga kebersamaan dan keikhlasan kita semua dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.”

Kesuksesan acara juga berkat kegigihan seluruh panitia, dukungan masyarakat, serta pengamanan yang tertib dari Banser yang senantiasa menjaga ketenteraman para ulama dan jamaah selama kegiatan berlangsung.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ucay Batu Bara menyampaikan:
“Dalam kerukunan berumah tangga, rasa syukurlah yang menjadikan ibadah sempurna. Ibadah yang benar, insya Allah Allah jadikan surga di akhirat. Dalam kehidupan ini, janganlah kita hidup menjadi orang yang sombong, karena kesombongan itulah yang menjadikan umat saling dengki.”isi makna Tauzia pak ustadz.

Pengajian dilaksanakan dengan lancar dan tertib di kediaman H. Kadir, Desa Suka Mulya. Semangat kebersamaan terasa kuat, memperkuat tekad para santri dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, moral bangsa, dan kedaulatan negara.
( Abas)