Lestarikan Warisan Budaya & Tingkatkan Ekonomi Masyarakat PT PLN UIP3B Sumatera UPT Palembang Berdayakan Perajin Songket Desa Merah Mata Banyuasin
BANYUASIN, lensainnews.com Menyikapi kian berkurangnya jumlah perajin kain songket dan ancaman punahnya warisan budaya leluhur, PT PLN UIP3B Sumatera UPT Palembang bergerak nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) memberdayakan para perajin di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan berlangsung di Gedung Desa Merah Mata, Rabu (09/09/2026).
Selain pelatihan peningkatan keterampilan dan studi banding, PLN juga menyerahkan bantuan peralatan serta bahan baku penenunan bagi puluhan perajin — mayoritas kaum wanita — guna membangkitkan kembali geliat usaha sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya kain songket.
General Manager PT PLN (Persero) Elvanto Yanuar Ikhsan, ST, MM, M.Sc., yang juga dalam rangka kegiatan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF), menyampaikan keprihatinan atas menurunnya jumlah perajin songket dari tahun ke tahun. Kain songket bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan identitas budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Fenomena jumlah perajin kain songket yang terus menurun harus segera disikapi. Warisan budaya turun-temurun ini harus tetap terjaga. Melalui pemberian peralatan, pelatihan, studi banding, hingga strategi pemasaran, kami berharap keberadaan perajin dan kain songket itu sendiri terus lestari, ujar Elvanto.

Manager PT PLN UIP3B Sumatera UPT Palembang Yurian menambahkan, PLN berkomitmen penuh mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya kalangan wanita di Desa Merah Mata. Bantuan ini bukan hanya soal alat dan bahan, melainkan penguatan kapasitas, akses pasar, hingga pembuatan situs web serta promosi lewat media sosial PLN agar produk songket Banyuasin mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Kami menyadari tenun songket adalah identitas budaya yang mencerminkan keindahan dan kerajinan luar biasa. Melalui bantuan ini, kami ingin perajin tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan mandiri, tegas Yurian.
Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., M.M., yang turut hadir menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif PLN. Ia mengakui jumlah perajin songket terus menurun setiap tahunnya, dan berharap sinergi ini dapat mengembalikan semangat para perajin. Pemerintah daerah juga berkomitmen membantu pemasaran, termasuk menitipkan produk songket di toko-toko oleh-oleh khas Palembang.
Pengunjung yang datang ke Palembang biasanya mencari pempek dan Kopi Pagar Alam. Mengapa tidak songket juga? Kami akan fasilitasi agar produk songket Banyuasin turut menjadi daya tarik utama, ungkap Netta.
Kartika, Ketua Kelompok Pengrajin Kain Songket Jaya Bersama sekaligus perajin, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan luar biasa. Sebelumnya, ia hanya bekerja sebagai tenaga upahan. Berkat bantuan peralatan dan benang dari PLN, kini ia dan anggota kelompok dapat memproduksi dan menjual hasil karyanya sendiri dengan harga jauh lebih baik.
Kini kami bisa berproduksi sendiri dan menjualnya dengan harga yang lebih layak. Semoga usaha songket di desa kami tumbuh kembali dan mampu meningkatkan ekonomi keluarga serta masyarakat, ujar Kartika penuh harap.
Langkah nyata PLN ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan fondasi berkelanjutan untuk menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Merah Mata, Kabupaten Banyuasin.
( Hendrik )






