Aksi Massa Robohkan Kantor Gubernur Sumsel Tuntut Penanganan Serius Kabut Asap.
Palembang, lensainnews.com- Aksi unjuk rasa digelar massa Gerakan Cinta Rakyat (GENCAR) Indonesia di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Jum’at 2 Oktobet 2026.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus keprihatinan terhadap kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumsel akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Massa menilai persoalan karhutla tidak hanya berkaitan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, situasi sempat memanas ketika massa mendorong pagar Kantor Gubernur Sumsel hingga roboh, tindakan itu disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah terkait penanganan dampak kabut asap.
Koordinator aksi, Charma Afrianto, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel).
Ia menegaskan agar pemerintah tidak melihat persoalan karhutla sebatas bencana lingkungan, menurutnya dampak asap yang ditimbulkan juga harus dipandang sebagai persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius.
Salah satu tuntutan yang disampaikan massa adalah agar 20 persen dana bantuan Presiden untuk penanganan karhutla dapat dialokasikan langsung kepada masyarakat yang terdampak.
Massa meminta bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk penanganan kebakaran, tetapi juga diarahkan untuk membantu warga yang merasakan dampak langsung dari bencana asap.
Selain bantuan dana, GENCAR mendasek pemerintah memberikan layanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang mengalami ganguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Pemeriksaan hingga pengobatan bagi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pernapasan lainnya diharapkan dapat ditanggung pemerintah.
Massa juga meminta adanya penyediaan obat-obatan serta perlindungan khusus bagi kelompok masyarakat dampak kabut asap.
Kelompok rentan tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih karena paparan asap dapat mengganggu kondisi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Ditengah aksi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan dan Sekertaris Daerah Sumatera Selatan Edward Candra diketahui sedang tidak berada dilokasi, keduanya disebut tengah menjalankan agenda di Jakarta.pungkasnya.” (Damin)






