Pagelaran Seni Wayang Kulit Semalam Suntuk dan Ngeruat Desa Margo Sugihan Meriahkan Peringatan Bulan Muharram, Disertai Santunan Anak Yatim
Muara Padang, LENSAINNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Bulan Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Desa Margo Sugihan, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, menggelar Pagelaran Seni Wayang Kulit Semalam Suntuk dan tradisi Ngeruat Desa yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, Kamis malam (2/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan meriah tersebut dihadiri oleh perwakilan Camat Muara Padang, Syarkawi, S.Pd.I., M.Si., Bhabinkamtibmas Polsek Muara Padang, Babinsa, Kepala Desa Margo Sugihan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Karang Taruna, anggota Linmas, para tamu undangan, serta ratusan warga Desa Margo Sugihan.
Dalam sambutannya, Syarkawi, S.Pd.I., M.Si. menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Margo Sugihan dan seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi budaya serta mengisinya dengan kegiatan sosial dan keagamaan.

“Pagelaran wayang kulit dan tradisi Ngeruat Desa merupakan warisan budaya yang harus terus dilestarikan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak-anak yatim. Semoga Desa Margo Sugihan senantiasa diberikan keamanan, keberkahan, kemajuan, dan dijauhkan dari segala musibah,” ujar Syarkawi.
Kepala Desa Margo Sugihan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi yang diwariskan para leluhur dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.
Pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain menjadi hiburan rakyat, acara ini juga menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa bersama agar Desa Margo Sugihan senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh masyarakat Desa Margo Sugihan senantiasa hidup rukun, damai, dan diberi keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Reporter: mulyadi






