SIGAP CEGAH BENCANA KARHUTLA, TIM MABES TNI GELAR PENYULUHAN STRATEGIS DI BANYUASIN
Banyuasin, lensainnews.com – Dalam upaya memperkuat pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Penyuluhan Mabes TNI menggelar kegiatan penyuluhan strategis di Kelurahan Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung langkah preventif menghadapi potensi Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi saat musim kemarau. Penyuluhan diikuti oleh aparat pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani, serta warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam penyuluhan tersebut, Tim Mabes TNI menyampaikan berbagai materi mengenai bahaya Karhutla, dampak lingkungan, kesehatan, hingga konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran lahan. Masyarakat juga diberikan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, serta kerja sama seluruh elemen dalam mencegah terjadinya kebakaran.
Kehadiran Tim Mabes TNI di Banyuasin diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta membangun budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan.
“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” disampaikan dalam kegiatan penyuluhan tersebut.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif sehingga masyarakat dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan serta memperoleh solusi terkait langkah-langkah pencegahan Karhutla.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Kabupaten Banyuasin yang tangguh terhadap ancaman Karhutla.
Dengan mengusung semangat “SIGAP CEGAH BENCANA KARHUTLA”, Tim Mabes TNI mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga hutan dan lahan, demi lingkungan yang lestari serta keselamatan generasi mendatang. (Red)






