Sambut Tahun Ajaran Baru, Ponpes Raudlatul Ulum Sakatiga Perkuat Sinergi dengan Wali Santri & Luncurkan Inovasi Pendidikan

OGAN ILIR, lensainnews.com – Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, menggelar kegiatan silaturahmi khusus bersama para wali santri di lapangan futsal setempat, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk menyambut awal tahun ajaran baru serta mempererat jembatan komunikasi antara pengelola pondok dan orang tua murid dalam mendukung perkembangan pendidikan para santri.

Ketua Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sakatiga, KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc., menyampaikan bahwa pertemuan rutin ini memiliki makna istimewa, terutama bagi orang tua yang anaknya baru pertama kali menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

“Ini adalah agenda silaturahmi rutin kami. Di awal tahun ajaran baru ini, kami ingin memberikan pengenalan, nasihat, dan pemahaman yang utuh kepada orang tua, agar kita bahu-membahu mendampingi anak-anak menjalani proses pendidikan dengan sebaik-baiknya,” ujar KH. Tol’at Wafa Ahmad usai acara.

Ia menekankan bahwa keterbukaan dan komunikasi yang lancar menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi santri. Sebagai contoh sederhana, jika ada santri yang tertinggal pelajaran karena sakit, orang tua dapat segera berkoordinasi dengan pihak pondok guna mencari solusi yang tepat.

“Kami ingin membangun ikatan persaudaraan yang erat dengan seluruh wali santri. Komunikasi harus terus terjalin aktif, baik secara langsung maupun melalui media daring jarak jauh,” tegasnya.

Pihak pondok juga menegaskan komitmen penuh menerima berbagai masukan, usulan, maupun saran dari orang tua murid demi meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu pendidikan di lembaga tersebut. “Kami tidak menutup diri dari kritik dan saran. Segala hal yang kami lakukan bertujuan untuk kemajuan anak didik, dan kami ingin hal ini mendapat dukungan penuh dari orang tua,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus pondok juga memperkenalkan tenaga pendidik dan staf pengelola, serta memaparkan berbagai pencapaian dan program pengembangan lembaga yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir. Termasuk upaya beradaptasi dengan perkembangan zaman, mulai dari standar pendidikan nasional hingga membuka peluang studi lanjut bagi santri hingga ke mancanegara.

Menurut KH. Tol’at Wafa Ahmad, inovasi menjadi keharusan bagi lembaga pendidikan swasta seperti pondok pesantren ini agar mampu terus berkembang dan mandiri. “Karena kami tidak sepenuhnya dibiayai pemerintah, kami harus bergerak mandiri dan berani berinovasi keluar dari kebiasaan lama. Tujuannya satu: agar pondok tetap maju dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri kita,” pungkasnya.

(Hendrik)